Kejari Cilegon Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkoba Inkrah

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon memusnahkan barang bukti kasus yang tekah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Rabu (19/06) di halaman Kejari Cilegon. Di antara barang bukti yang dimusnahkan tersebut antara lain 1,5 kg Ganja, 5,36 gram Sabu, 536 butir Pil Tramadol dan Tembakau Gorila 27,6 gram.

Barang bukti tersebut berasal dari kasus dari November hingga Desember 2018. Seluruhnya berjumlah 24 kasus dengan sanksi hukuman bervariasi dari mulai diatas 1 tahun hukuman sampai 6 tahun. Mayoritas dari barang bukti tersebut adalah milik pemakai, bukan pengedar. Selain barang bukti berupa berbagai jenis narkoba tersebut, Kejari juga memusnahkan ratusan botos miras yang tidak memiliki izin edar.

“Barang bukti yang kita musnahkan ini dari 24 kasus dimana banyak diantaranya adalah milik pemakai. Biasanya mereka yang punya dan makai. Dari 24 itu tersangkanya dijatuhi hukuman yang bervariasi ada yang sampai 6 tahu, tapi yang jelas tidak ada yang di bawah 1 tahun,” kata Andy.

Kota Cilegon memang menjadi Kota yang rawan terhadap peredaran Narkoba. Beberapa waktu lalu BNN bahkan berhasil mengamankan ratusan narkoba berjenis ganja yang akan diedarkan. Letaknya yang dekat dengan pelabuhan menjadi faktor utama rentannya Kota Cilegon terhadap penyelundupan dan peredaran narkoba.

Dalam pemusnahan yang melibatkan Polres Kota Cilegon dan BNN tersebut, Kepala Kejari Kota Cilegon Andy Mirnawaty mengungkapkan bahwa semakin banyak barang bukti yang dimusnahkan mengindikasikan adanya peningkatan kasus dan pelanggaran hukum. Oleh karena itu dirinya berharap kelak hal ini bisa semakin berkurang.

“Makin banyak barang bukti yang dimusnahkan, berarti makin banyak tindak kriminal di Kota Cileogn. Kita tentu berharap nanti akan semakin berkurang,” pungkasnya.

author
No Response

Leave a reply "Kejari Cilegon Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkoba Inkrah"